Senin, 09 Mei 2011

Kumpulan Khotbah

Epistel Minggu, 19 Juni 2011
Mazmur 111 : 1 - 10
(“BERSYUKURLAH SELALU KARENA TUHAN ITU SELALU BAIK”)

 Jika kita melihat bahwa Buku Mazmur 111 digubah secara akrostik, di mana setiap barisnya dimulai dengan huruf-huruf yang disusun menurut abjad. Sehingga Buku Mazmur 111 ini diambil Tema yang diangkat dalam Mazmur ini sebetulnya termasuk tema-tema yang umum, yaitu Pembebasan Umat Israel dari tanah Mesir dan Penyertaan Tuhan ketika mereka masuk ke Tanah Perjanjian. Dalam arti bahwa Awal dan akhir Mazmur ini adalah pujian, seluruhnya berawal dari karya-karya dan sikap kasih setia kekal Allah.

 Ada bebberapa Penafsir yang berpendapat bahwa Mazmur ini digubah oleh seorang pemimpin umat yang sedang merenungkan kitab Ulangan. Dalam perbuatan di masa lalu itu ia menemukan kebesaran kuasa Tuhan dan membagikannya kepada seluruh umat melalui mazmur ini ;
1. Ay. 1-2. Bagaimana cara pemazmur mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan? (ay.1) Apa yang membuat seseorang dapat bersyukur sedemikian rupa? (ay.2)
2. Ay. 5, 6, dan 9. Hal apa saja yang dilakukan Tuhan bagi umat-Nya? Hal apa saja yang Tuhan berikan di dalam hidup Anda? Bagaimana cara Anda bersyukur atas semua itu?
3. Ay.3, 4, 7, dan 8. Sifat-sifat apa saja yang terungkap dari perbuatan-perbuatan Tuhan kepada umat-Nya? Menurut Anda, mengapa kita perlu mengenal sifat-sifat Tuhan?
4. Ay. 10. Merenungkan perbuatan-perbuatan besar dari Tuhan ternyata memberikan pengaruh bagi cara pemazmur menjalani kehidupannya sehari-hari. Pengaruh seperti apa yang disebutkan di sini?
5. Setelah Anda merenungkan dan mengalami kebesaran kuasa Tuhan dalam hidup Anda, apa dampaknya bagi kehidupan Anda sehari-hari?

 Dan Buku Mazmur 111, ini merupakan ucapan syukur yang telah mengalami kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Dalam ucapan syukurnya, ia menyaksikan perbuatan Allah yang penuh dengan perbuatan ajaib Tuhan kepada umat Tuhan yang dikumandang melalui pujian yang menggema dalam ibadah umat Tuhan.

 Pemazmur melihat bahwa dunia ini penuh dengan perbuatan ajaib Tuhan, yang patut direnungkan dan digemakan akan Perbuatan Allah yang penuh kuasa dan yang bersumber dari kasih setia-Nya yang kekal, membangkitkan pujian dalam diri pemazmur.

 Dan Pemazmur juga mengacu pada kisah Pemeliharaan Allah selama Israel mengembara menuju Tanah Perjanjian. agar selalu menjadi dasar kekuatan umat Tuhan untuk bersyukur bahkan ketika dunia menyajikan ketidaknyamanan hidup. Lebih khusus lagi, pemazmur memperhatikan karya Tuhan dalam kehidupan bangsanya. Pemeliharaan dan perlindungan Tuhan dalam sejarah bangsa Israel merupakan pengalaman yang tidak pernah boleh mereka lupakan. Hal itu merupakan keyakinan pemazmur bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka.

 Akhirnya, pemazmur melandaskan ucapan syukurnya kepada karakter adil dan benar dari Allah yang tidak pernah berubah. Karakter inilah yang menjadi satu jaminan yang pasti bahwa perjanjian-Nya kekal. Dan demi nama-Nya yang kudus dan dahsyat itu, pemazmur dan umat Tuhan pasti akan mengalami terus-menerus kasih setia Tuhan. Hanya orang berhikmatlah yang melandaskan hidupnya pada karakter Tuhan yang teguh tersebut.
 Di awal mazmur ini pemazmur mengungkapkan kesungguhan hatinya untuk bersyukur kepada Tuhan. Pemazmur juga ingin mengajak orang-orang di sekitarnya ikut bersyukur bersamanya. Dengan demikian kita bisa melihat betapa besarnya rasa syukur yang ada di dalam hati pemazmur. Dari manakah rasa syukur ini? Pemazmur menyelidiki perbuatan-perbuatan Tuhan dalam kehidupan umat-Nya. Jika kita suka menyelidiki (atau, merenungkan) perbuatan-perbuatan Tuhan dalam kehidupan kita, maka rasa syukur pun akan melimpah dari dalam hati kita. Rasa syukur itu mengalir spontan sebagai respon atas kebesaran kuasa Tuhan yang bekerja di antara umat-Nya.

 Pemazmur menyebutkan beberapa hal yang Tuhan lakukan bagi umat-Nya. Kepada umat-Nya Tuhan memberikan rezeki (untuk kehidupan setiap hari), tanah pusaka sebagai tempat tinggal dan wujud keberadaan mereka sebagai sebuah bangsa yang berdaulat, dan kebebasan dari musuh yang menjajah mereka. Apa tujuan Tuhan melakukan semua itu kepada mereka? Semua dilakukan-Nya agar mereka semakin mengenal Dia. Melalui perbuatan-perbuatan-Nya itu umat Tuhan dapat mengenal Dia sebagai Allah yang adil dan benar, sekaligus juga pengasih dan penyayang.

 Jika kita merenungkan karya Tuhan dengan cara yang benar, maka dampaknya akan terlihat dalam kehidupan kita. Orang-orang yang mengerti kebesaran kuasa-Nya akan menghormati Dia dan dengan demikian memperoleh hikmat untuk menjalani kehidupannya. Orang-orang yang mengerti kebesaran kuasa-Nya akan mengisi hidupnya dengan puji-pujian kepada-Nya. Apakah dua hal tersebut terdapat dalam kehidupan Anda setiap hari?

 Pujian memang adalah perbuatan manusia beriman terhadap Allahnya. Namun demikian, perbuatan itu adalah respons atas perbuatan- perbuatan Allah yang sangat besar, baik, ajaib dan penuh kasih. Karena itu, meskipun pujian memang memperkenan hati Allah, namun demikian tidak pernah Alkitab memandang pujian sebagai hal yang mengandung nilai menghasilkan pahala dari Tuhan. Puji-pujian kita kepada Tuhan semata-mata dilandaskan atas karya dan sifat Allah yang setia dan penuh kasih kepada kita dan bukan karena mengharapkan semacam balas jasa baik berbentuk keselamatan atau berkat-berkat lain. Pujian yang benar harus dilakukan dengan segenap hati tanpa pamrih apa pun Juga pujian yang benar tidak berhenti hanya pada kegiatan pribadi, tetapi mendorong orang beriman untuk memuji Allah bersama umat-Nya (ayat 1b). Di bagian akhir mazmur ini, pujian dihubungkan dengan hikmat. Pujian adalah ungkapan dari sikap meninggikan Allah, dan karena itu berhubungan sangat erat dengan takut dan taat kepada Allah. Dalam penilaian Allah, orang yang sungguh paham kebenaran dan memiliki pengertian untuk menilai dan bertindak benar adalah orang yang takut akan Allah.

 Setiap manusia memiliki kemampuan meresponi peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Respons tersebut seringkali berupa lontaran kata-kata kesal, keluh-kesah, atau cercaan. Sedikit sekali ucapan syukur bagi Allah. Pemazmur yang berasal dari zaman setelah Yehuda kembali dari Babilonia menilai bahwa semua peristiwa yang terjadi atas bangsanya telah menunjukkan perbuatan Allah. Perbuatan-Nya yang agung, ajaib, benar dan adil sepatutnyalah disyukuri. Allah tidak pernah melupakan janji-Nya kepada nenek moyang bangsa Yehuda, Abraham. Bahkan ketika Yehuda gagal setia, Allah tetap setia dan membebaskan Yehuda dari perbudakan Babel. Semua itu menghantarnya untuk bersyukur.

 Bersyukur karena takut akan Tuhan. Ucapan pujian dan syukur bagi Allah keluar dari setiap mulut manusia yang memiliki hati yang takut akan Tuhan. Itulah sebabnya, setiap Kristen selayaknya menjadikan pemuji kebesaran Allah dalam setiap situasi. Ucapan pemazmur, "Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaat" memotivasi Kristen untuk merenungkan pekerjaan Tuhan setiap hari dalam hidup ini. Motivasi ini akan mendorong Kristen untuk lebih sering memuji nama Tuhan di setiap saat dan tempat.

 Allah yang tidak berubah, dulu, sekarang, dan selamanya adalah Allah yang kita sembah dalam Tuhan Yesus. Dia sudah menyatakan kasih setia-Nya melalui kurban diri-Nya sendiri di kayu salib. Dialah satu-satunya Pribadi yang dapat kita andalkan untuk menapaki masa depan kita. Mengukur masa depan dengan situasi masa kini memang membuat kita jadi tawar hati. Namun melihat karya Tuhan dan sejarah umat Tuhan apalagi meyakini karakter-Nya yang tak pernah berubah itu akan memberikan pengharapan yang selalu segar bagi kita.

Ditulis oleh : Pdt. Martahi Oloan Siahaan, STh
Kantor Pusat HKI

























Epistel Minggu, 24 Juli 2011
Mazmur 114 : 1- 8
(“SYUKURILAH PERBUATAN ALLAH YANG SELALU AJAIB”)

 Dalam setiap tindakan Allah akan selalu ada dan terjadi baik melalui ucapan (Firman). Artinya bahwa Allah itu penuh Kuasa dan Kekuatan dalam bertindak. Melalui FirmanNya semua terjadi, dari yang tidak ada menjadi ada (itulah yang disebut Creatio ex nihilo). Inilah salah satu tindakan Allah yang penuh ajaib, bertindak dengan FirmanNya lalu terjadi. Kita juga melihat kembali bagaimana Allah bertindak dengan penuh keajaiban terhadap dunia yaitu dengan “menciptakan” (“bara”)(bnd. Kej. 1 : 1 “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi). Betapa besar kuasa Allah yang menciptakan, memelihara dan mengendalikan isi dunia ini. Betapa indah dan sempurna segala buatan Allah. Alangkah besrnya kebijaksaan Allah yang menetapkan waktu, tempat dan peranan segala makhlu itu masing-masing dan menyusun semuanya itu menjadi satu pada tempatnya masing-masing. Alangkah besar kemurahan Allah yang memelihara semuanya itu dengan teratur dan baik.

 Setelah tindakan Allah terhadap langit dan bumi beserta isinya, Allah juga bertindak ajaib terhadap Bangsa Israel dan bangsa-bangsa disekitar Israel. Israel memuji Penciptaan dunia sebagai tindakan dimana Allah mulai menyatakan diriNya dengan FirmanNya yakni yang selaku Pencipta, Raja dan Trang seluruh dunia. Israel memuji penciptaan dunia sebagai kemenangan atas kuasa kegelapan dan kekacauan. Israel memuji Allah karena kesempurnaan segala makhlukNya sebab semuanya cocok dan sesuai dengan pelaksanaan rencana penyelamatan itu.

 Kita melihat bagaimana rencana penyelamatan Allah terhadap bangsa Irael keluar dari Tanah Mesir. Allah telah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dengan mengerjakan tanda-tanda yang berkuasa dan telah membawanya menyebrangi Laut Kolsom / Teberau dengan cara yang ajaib, itulah pokok puj-pujian dan dasar maupun inti kepercayaan umat Israel sejak masa kelahirannya. Pokok puji-pujian dan kepercayaan bersama inilah yang mula-mula mempersatukan orang-orang Israel waktu perjalanannya di padang gurun dan persekutuan suku-suku Israel lainnya didasarkan atas pokok “keluaran dari Mesir ini. Umat Israel merayakannya sebagai peristiwa yang ajaib sebagai kejadian yang tidak dapat diterangkan. Bukannya kekuatan orang-orang Israel, bukannya kelemahan atau kebodohan orang Mesir, bahkan keadaan medan peperangan yang menguntungkan slah satu pihakpun. Itulah keajaiban Allah bahwa Israel di Laut Teberau telah Allah tunjukan keajaibanNya. Awalnya bangsa Israel berkemah di tepi laut dekat Pil-Hakhirot didepan Baal-Zafon sedangkan firaun bersama pasukan telah dekat (Kel. 14 : 9 – 10a). Atas keluhannya-keluhannya kepada Allah, Musa menerima firman berupa perintah supaya berangkat saja (Kel. 14 : 15). Lalu Musa mengangkat tongkatnya, mengulurkan tangannya keatas laut maka terbelah air itu sehingga bangsa Israel berjalan dari tengah-tengah laut ditempat yang kering (Kel. 14 : 21c, 22a) sedang kiri dan kanan mereka, air itu sebagai tembok mereka (Kel. 14 : 22b, 15 : 8). Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka sampai ketengah-tengah laut (Kel. 14 : 23) sedangkan orang Israel telah sampai dengan selamat keseberang. Lalu atas perintah Allah, Musa mengulurkan kembali tangannya keatas laut maka berbaliklah segala air itu lalu menutupi seluruh pasukan firaun, seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka (Kel. 14 : 27a, 22). Atas tindakan Allah inilah, Umat Israel memuji Allah sebagai Pahlawan Perang: DIALAH yang bertindak, yang dengan tangan kananNya “menghancurkan musuh”. Kita mengutip Nyanyian Laut Teberau (Kel. 15 : 1 b – 18, 21 b). Allah telah menunjukkan AjaibNya segala tindakan Allah (dapat kita bandingkan, ungkapan dari Nabi yesaya 43 : 14 – 17 bahwa Allah: “yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat, yang telah menyuruh kerea dan kuda keluar untuk berperang juga tentara dan orang yang gagah, mereka terbabaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu”).

 Pokok tentang Keluaran bangsa Israel dari Mesir itu mendapat tempatnya yang demikian penting sebab justru Keluaran Bangsa Israel dari Mesir inilah yang meletakan dasar berdirinya Umat Israel, oleh kuasa perbautan Allah inilah lahir Israel sebagai “Umat Allah”. Memang kdismping keluaran ini ada juga lain-lain poko-pokok kepercayaan , lain-lain perbuatan Allah yang dikatakan memainkan peranan yang sama. Dasar berdirinya umat allah diletakkan juga oleh Pemilihan Para Bapa leluhur, oleh pernyataan Allah di Gunung Sinai, oleh Pemberian Tanah Kanaan. Memang perbuatan Allah haruslah diriwayatkan sebagai peristiwa bahwa Allah telah mengangkat Israel sebagai umatNya. Yang jelas bahwa ada pengakuan Allah terhadap bangsa Israel bahwa bangsa Israel adalah satu-satunya bangsa yang dipimpin Allah langsung dengan ungkapan Allah : “Akulah Tuhan, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir” (Kel. 20 : 2). Inilah perbuatan Allah di Mesir mempunyai “priorita” terhadap Para Bapa leluhur, bukannya priorita waktu tetapi priorita dalah hal isi kesaksian Perjanjian Lama tentang perbuatan Allah.

 Allah membawa bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir berarti Allah membebaskan mereka dari perbudakan serta menjadi mereka umat milikNya sendiri. Dengan perbuatan ini, Allah bukan saja hanya memberlakukan sebagai “anakNya yang sulung” dan sebgai umat yang terpilih melainkan sekaligus juga Ia membangkitkan puji-pujian dan kepercayaan mereka sebagai umat yang dengan sukarela beribadah. Atas kuasa Allah itulah mereka menyadari bahwa Allahlah satu-satunya Allah yang patut disembah atas tindakanNya yang ajaib.

 Tindakan Allah yang penuh ajaib bukan hanya disuarakan oleh bangsa Israel tetapi juga disuarakan oleh isi dunia ssebagai ciptaan Allah (bandingkan: Mazmur 19 : 2 “ langit menceritakan Kemuliaan Allah dan cakrwala memberitakan pekerjaan tanganNya”). Semuanya bersyukur karena Allah telah bertindak atas KuasaNya agar semua percaya bahwa hanya Tuhan satu-satunya allah/ilah yang harus disembah. Jika kita melihat lebih dalam lagi dalam konteks ini, jika saja Allah tidak menunjukkan Kuasa terhadap bagsa Israel, kemungkinan isi alam akan hancur dibuat bangsa Mesir (dalam arti tidak dikelolah dengan baik. Sedangkan manusia / bangsa Israel dihancurkan, apalgi tumbuhan-tumbuhan, laut dan segala ciptaan Allah akan binasa). Namun yang perlu kita ketahui bahwa segala tindakan Allah itu terhadap manusia dan isi alam semesta adalah mensyukuri segalanya. Semua harus memuji Allah sebab DIA yang memberi kehidupan. Bukan saja manusia mensyukuri tetapi semua isi alam: Laut melarikan diri yang menggambarkan bahwa laut turut bersyukur atas tindakan Allah, sungai Yordan kembali berbalik kehulu yang menggambarkan bahwa sungai Yordan kembali bersekutu dihulu, berkumpul bersama laut, artinya semua bergabung bersatu. Gunung-gunung melompat menggambarkan semua bersyukur, Allahlah yang menggerakan mereka menari-nari dengan melompat-lompat menandakan sukacita. Seluruh ciptakan Allah harus tunduk kepada Allah.
 Dapat kita aplikasikan bahwa ciptaan Allah berlah turut bersyukur atas tindakan Allah yang penuh ajaib. Oleh karena itu, sebagai manusia yang lebih tinggi dari ciptaan lain haruslah memampukan diri untuk mensyukuri segala perbuatan Allah atas diri manusia itu sendiri (bandingkan dalam Filipi 2 : 10 – 11 “supaya dalam Nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada diatas bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku” “YESUS KRISTUS adalah TUHAN, bagi Kemuliaan Allah Bapa). Bagaimana kita merasakan tindakan Allah yang selalu ajaib bagi kita manusia ? coba kita bayangkan diri kita yang lagi tidur, otak, hati dan organ-organ tubuh tidak dapat kita rasakan itu bergerak, karena semua tidak dapat kita rasakan. Ketika kita bangun bangun, apakah otak, hati dan organ-organ tubuh kita yang membangunkan kita ? Tidak, justru yang membangunkan kita adalah Allah yang menggerakan kita untuk dapat bangun. Itulah salah satu tindakan Allah yang ajaib yang patut dan harus kita syukuri bahwa Allah itu memberikan keajaiban selalu pada kita. Syukurilah selalu perbuatan Allah yang selalu ajaib. Bagaiman kita menyukuri segala perbuatan Allah yang selalu ajaib, salah satunya adalah Percayalah padaNya dengan melalui DOA dan DATANGLAH atas Undangan ALLAH melalui Perintah / TitahNYA yang ke-4 “Ingat dan Kuduskanlah hari Sabbat……..”. Ini saja yang dilakukan oleh manusia sangat sulit, coba kita melihat kehidupan orang Kristen sekarang, disuruh berdoapun tidak mau, ada selalu alasannya untuk tidak berdoa. Disuruh Kebaktian Minggupun tidak mau, selalu punya alasan tersendiri. Tetapi jika kita perhatikan dalam kehidupan kristen ini, jika ada pesta (baik perkawinan), selalu bisa diusahakan oleh manusia ini. Bagaimana jauhnyanya jalan menuju pesta itu harus ditempuh, bagaimanapun hujannya lebat harus ditempuh. Karena apa ? masih ada prinsip yang selalu ditanam oleh orang kristen ini, “Jika aku tidak datang kepesta maka itu menjadi hutangku / molo so ro ahu tupestana gabe hutangku ma I”. Inilah yang selalu ditanamkan oleh orang kristen. Coba kita pikirkan, jika prinsip itu ditanamkan dalam kehidupan gereja, saya rasa gereja penuh tanpa satu bangkupun yang tersisa untuk diduduki. Marilah kita menyadari diri kita bahwa Allah selalu memberi keajaibanNya, dan syukurilah selalu kepada Allah, Amen.


Ditulis oleh : Pdt. Martahi Oloan Siahaan, STh
Kantor Pusat HKI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar