Renungan Hidup Kristen (RHK), 1 Februari 2025
KEJADIAN 12 : 2 - 3
"Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
KITA DIBERKATI TUHAN UNTUK MENJADI BERKAT BAGI MANUSIA
Kejadian 12 : 1 - 3 ini tentang panggilan Tuhan kepada Abramuntuk meninggalkan apa yang dikasihinya. Abram dipanggil Tuhan untuk meninggalkan negerinya, sanak saudaranya, dan rumahnya menuju ke tempat yang belum jelas yang akan ditunjukkan selagi dia taat untuk pergi. Ini tentunya merupakan pergumulan yang berat bagi Abram. Perintah Tuhan kepada Abram jelas bahwa dia harus pergi meninggalkan negeri, sanak saudara, dan rumahnya. Sebelumnya Tuhan telah memberikan perintah yang sama kepada Abram di tanah kelahirannya. Akan tetapi Abram masih membawa keluarganya, yaitu ayahnya, ikut dalam perjalanannya. Oleh sebab itu, ketika ayahnya meninggal di Haran, Tuhan kembali mengulangi perintahNya kepada Abram. Ini menunjukkan betapa Abram sangat bergumul untuk mentaati perintah Tuhan. Pada akhirnya Abram mentaati panggilan Tuhan tersebut. Ketika Tuhan mengulangi panggilanNya kepada Abram, Dia juga menyatakan janji berkatNya kepada Abram.
Perintah pertama telah diberikan, yaitu : “Pergilah ….” (Kejadian 12 : 1). Perintah yang kedua ada dalam kata “….dan engkau akan menjadi berkat” (Kejadian 12 : 2b). Kata “engkau akan menjadi berkat” dalam tata bahasa Ibrani (bahasa yang dipakai untuk menuliskan Alkitab Perjanjian Lama) dapat diterjemahkan dalam 2 bentuk, yaitu : bentuk pernyataan dan bentuk perintah. Berdasarkan struktur kalimat dalam Kejadian 12 : 1 - 3, kata “engkau akan menjadi berkat” lebih tepat diterjemahkan dengan bentuk perintah sehingga terjemahannya menjadi : “jadilah berkat.” Jadi fokus Abraham bukan kepada janji berkat Tuhan, tetapi kepada perintah untuk “pergi” dan “menjadi berkat.” Selain itu, dalam tata bahasa Ibrani, kata “engkau akan menjadi berkat” mempunyai fungsi menyatakan “tujuan” dari pemberian janji berkat itu. Jadi Tuhan menghendaki agar melalui berkatNya, Abraham menjadi berkat dan saluran berkat Tuhan bagi yang lain. Dengan kata lain, tujuan berkat Tuhan adalah untuk menjadi berkat bagi yang lain. Adapun berkat itu sendiri bukan semata-mata berkat jasmani, tetapi juga berkat rohani (Kejadia 12 : 3b).
Diberkati untuk menjadi berkati merupakan suatu proses panjang. Ketika Allah menjadikan Abram sebagai berkat bagi dunia, maka ada sebuah proses yang terjadi. Allah memberkati Abram (=memberikan berkat). Berkat dalam PL berarti bermacam macam pertambahan kehidupan, pergandaan penghidupan; barangkali kata berkat yang pertama dalam ayat 2 dapat dipahamkan mengenai harta benda Abram. Tetapi kata berkat kedua “dan engkau akan menjadi berkat” dengan segera membatasi pengertian yang pertama itu. Abram bukan hanya menerima apa-apa (suatu berkat), melainkan Abram dijadikan berkat. Dengan ini pengertian berkat sebagai harta benda saja dibatalkan: Abram bukan hanya menerima apa-apa, melainkan Abram diubah menjadi orang baru: pembawa kehidupan, pemikul keselamatan, pembuat perdamaian, pemberi sejahtera dan keamanan, pembina kebenaran dan keadilan, pendiri ibadat yang tulen. Dalam kata berkat itu terkandung keselamatan yang terakhir dan tertinggi, yang diberi Allah kepada manusia.
Siapa manusia yang tidak ingin hidupnya diberkati Tuhan ? Setiap orang tentu ingin diberkati dalam hidup ini. Oleh sebab itu hal berkat atau diberkati seringkali menjadi fokus kehidupan manusia, demikian juga dengan orang Kristen. Bahkan tidak sedikit orang Kristen yang memberi penekanan lebih kepada hal berkat itu, sampai-sampai berkat dipakai sebagai tolok ukur kedewasaan rohani seseorang.
Inilah sesungguhnya yang menjadi fokus Abram pada waktu itu. Inilah juga yang seharusnya menjadi fokus orang Kristen dengan berkat Tuhan. Memang melalui ketataan kita Tuhan akan memberkati. Tetapi tidak berhenti sampai diberkati saja. Melalui berkat Tuhan itu, orang Kristen diharapkan menjadi berkat dan saluran berkat Tuhan bagi orang lain. Memberkati orang lain melalui berkat-berkat jasmani yang kita terima dari Tuhan dan yang terutama dengan menyaksikan kabar baik tentang Kristus kepada orang-orang yang membutuhkan, Amin.
Syaloom
Doa Saya Kepada TUHAN :
TUHAN MEMBERKATI Bapak dan Ibi Dalam Menjalankan Pekerjaan / Aktivitas / Kegiatan Di Hari Ini Untuk Menjadi Kemuliaan Nama TUHAN dan Sukacita Di Tengah Keluarga Bapak dan Ibu
Dan Juga
TUHAN MEMBERKATI Bapak dan Ibu Diberikan TUHAN Selalu Kesehatan, Sukacita dan Kedamaian Serta Panjang Umur
Teriring Salam & Doa :
Pdt. Martahi Oloan Siahaan, STh, MM
Komentar
Posting Komentar