Renungan Hidup Kristen (RHK), 2 Februari 2025

ROMA 15 : 13
“Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan"

ALLAH ADALAH SUMBER PENGHARAPAN

Martin Luther mengalami masa putus asa dan depresi yang berkepanjangan. Suatu hari, istrinya yang frustrasi datang untuk sarapan sambil mengenakan ikat tangan hitam, yang melambangkan duka cita. Luther bertanya, “Siapa yang meninggal ?” Katharine menjawab, “Yah, dengan caramu bersikap di sini, kupikir Tuhan yang meninggal.”
Tuhan tidak mati. Dia hidup, terjaga, waspada, mampu, dan secara aktif melaksanakan agenda-Nya yang mahakuasa. Karena Tuhan hidup, ada harapan. Ayat 13 dimulai dengan seruan: “Semoga Allah sumber pengharapan.” Gelar ilahi ini hanya digunakan di sini. Bahasanya provokatif. Dengan menyebut Tuhan dengan cara ini, Paulus tidak bermaksud bahwa Tuhan berharap. Karena Tuhan mahatahu, mahahadir, dan mahakuasa, Dia tidak perlu berharap. Apa arti “Allah sumber pengharapan” ?

Pengharapan adalah kebutuhan mendasar bagi setiap orang beriman. Kita bisa saja dapat bertahan hidup 40 hari tanpa makan, tiga hari tanpa air, dan delapan menit tanpa udara. Tetapi kita tak bisa bertahan satu detik pun tanpa pengharapan sebab itu merupakan bagian penting dari kehidupan. Ketika tak ada lagi pengharapan, hidup ini pun berakhir. Orang-orang, di mana pun mereka berada, kerap mencari harapan di tempat-tempat yang salah. Mereka mencarinya di dalam hubungan mereka, di dalam buku-buku motivasi, di dalam agama, dan di dalam pembenaran diri.
Pengharapan didefinisikan sebagai "ekspektasi bahwa suatu keinginan akan terpenuhi." Dalam Alkitab, pengharapan selalu berfokus ke depan dengan pengharapan yang penuh keyakinan atau keyakinan yang teguh akan penggenapan janji-janji Tuhan. 
Pengharapan tidak bisa disamakan dengan angan-angan. Pengharapan orang percaya adalah "oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan" akan sebuah "bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak
dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu" (1 Petrus 1 : 3 - 4). Kita berlimpah dengan pengharapan saat kita menantikan "penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus" (Titus 2 : 13).
Pengharapan khusus Paulus yang ia doakan dalam Roma 15 : 13 adalah pengharapan akan keselamatan orang-orang dari segala bangsa, suku dan bahasa. Ia ingin orang-orang Kristen menantikan saat ketika Israel akan diselamatkan dan "semua orang bukan Yahudi" akan masuk ke dalam keselamatan (Roma 11 : 12, 25). Ia berdoa agar jemaat di Roma tetap memusatkan hati mereka pada penyempurnaan sejarah dan pada kemuliaan langit yang baru dan bumi yang baru, yang akan diwarisi oleh bangsa-bangsa lain dan orang-orang Yahudi bersama-sama.

Namun hanya ada satu tempat untuk menemukan harapan sejati. Alkitab mencatat bahwa harapan sejati ditemukan dengan menghadapkan wajah kita kepada Allah, “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan”. Kita butuh harapan yang seperti itu. Dan itu hanya tersedia melalui hubungan kita dengan Yesus Kristus. Ketika kita percaya kepada-Nya, Roh Kudus bekerja di dalam kita untuk memenuhi kita dengan harapan yang dari Allah semata, Dia mengasihi kita dan Dia berkarya untuk mendatangkan kebaikan untuk kita.

Allah yang menjadi sumber pengharapan setiap orang percaya. Mereka yang mengimani Allahlah yang akan memperoleh sumber pengharapan tersebut. Allah menjadi jaminan bagi kita yang mau percaya dan berserah kepada-Nya. Kasih Allah tidaklah pernah berkesudahan bagi kita, hari demi hari, detik demi detik, berkat Allah mengalir bagi kita. Dialah sumber pengharapan, yang akan memenuhi kita dengan sukacita dan damai sejahtera, Amien

Syaloom
Doa Saya Kepada TUHAN :
TUHAN MEMBERKATI Bapak dan Ibu
Dalam Menjalankan Pekerjaan / Aktivitas / Kegiatan Di Hari Ini Untuk Menjadi Kemuliaan Nama TUHAN dan Sukacita Di Tengah Keluarga Bapak dan Ibu

Dan Juga
TUHAN MEMBERKATI Bapak dan Ibu Diberikan TUHAN Selalu Kesehatan, Sukacita dan Kedamaian Serta Panjang Umur

Teriring Salam & Doa :
Pdt. Martahi Oloan Siahaan, STh, MM

Komentar

Postingan Populer