Renungan Hidup Kristen (RHK), 10 Maret 2025
2 PETRUS 3 : 14
“Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia”
MENANTI KEDATANGAN TUHAN DENGAN TAK BERCACAT & BERNODA
Surat 2 Petrus pasal 3 ini merupakan pasal terakhir dari Surat 2 Petrus dan juga merupakan kesimpulan dari seluruh Surat 1 dan 2 Petrus. Surat Rasul Petrus ini memperingatkan orang percaya untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang hari kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Tujuan Tuhan datang ke dunia nanti adalah untuk menghakimi dan menghukum orang-orang yang berdosa: bukan saja mereka yang melakukan kejahatan, namun juga mereka yang menolak karya keselamatan-Nya. Selain itu kedatangan Tuhan nanti juga untuk memberikan upah kepada orang percaya yang setia sampai akhir dan tekun melayani pekerjaan-Nya. Dengan kata lain, jerih lelah kita dalam melayani pekerjaan Tuhan, diperhitungkan-Nya. Kedatangan Kristus kali yang kedua itu bukan dongeng, bukan tafsiran, bukan khayalan, namun suatu hal yang pasti! Tuhan sendiri menegaskan, “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14 : 3).
Petrus mendorong orang percaya untuk memperhatikan firman Tuhan yang telah disampaikan oleh para nabi dan para rasul karena pada zaman akhir dikatakan akan muncul pengejek-pengejek yang mencoba menggoncangkan iman orang-orang percaya terkait keyakinan orang percaya kepada janji firman Tuhan. Dalam konteks ini, janji yang dimaksud adalah tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali (2 Petrus 3 : 3 – 4). Firman Tuhan itu pasti dan bukan dusta terkait dengan penciptaan maupun dengan pemeliharaan ciptaan-Nya, serta penghakiman-Nya.
Kita harus menyadari bahwa waktu Tuhan tidak sama dengan waktu kita. Jika Ia belum bertindak, berarti Ia masih memberikan kesempatan. Tetapi kita tidak boleh menganggap enteng kesempatan yang diberikan Tuhan itu, karena hari Tuhan yang dahsyat pasti akan datang, dan dikatakan datang seperti pencuri. Hari Tuhan yang dimaksud ini adalah hari dimana dunia yang kita hidupi saat ini akan lenyap disertai dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap (2 Petrus 3 : 10). Tetapi sesuai dengan janji-Nya kepada setiap orang
percaya, kita semua menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini, sekalipun banyak orang-orang yang meragukan akan kemesiasan Kristus dan janji kedatangan-Nya yang kedua kali, namun kita sebagai umat yang percaya sungguh-sungguh tetap menantikan kedatangan-Nya. Tuhan lewat pesan-Nya ini menyatakan bahwa sambil menantikan semuanya ini, kita harus tetap berusaha supaya senantiasa kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
Dalam menantikan segala sesuatu, dibutuhkan kesabaran, ketekunan dan kesetiaan. Jika salah satu dari ketiga hal ini tidak dilakukan, maka kita akan dengan mudahnya beralih dari penantian tersebut.
Sama halnya ketika kita menantikan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk menjemput kita di awan-awan dan mengubah tubuh kita menjadi tubuh kemuliaan serta berada bersama-sama dengan Dia dalam kemuliaan-Nya. Kita memerlukan ketiga hal ini (3K – Kesabaran, Ketekunan dan Kesetiaan). Kita harus sabar memikul salib dan menanggung setiap pergumulan hidup kita, kita harus tekun dalam berdoa dan mengerjakan tugas-tugas kita selama kita ada di dunia ini, serta kita harus setia menanti kedatangan-Nya.
Tetapi kita sebagai anak-anak Allah, kita tahu bahwa hari itu akan tiba (sekalipun kita tidak tahu kapan). Oleh sebab itu kita harus berusaha hidup berkenan kepada-Nya, bertobat dari segala perbuatan dosa kita dan berbalik pada-Nya yang telah menciptakan kita dan memberikan hidup kepada setiap kita (bahkan hidup yang kekal). Mari saudara, janganlah kita kuatir akan hari-hari ini, jangan teralih fokus kita pada kesulitan di hari-hari terakhir ini, tetapi tetaplah setia dan percaya kepada Allah sebab Allah yang kita sembah adalah Allah yang setia atas setiap janji dan firman-Nya. Ia akan menjagai dan memelihara setiap kita yang sungguh-sungguh percaya pada-Nya hingga hari kedatangan-Nya tiba.
Syaloom
Teriring Salam & Doa :
Pdt. Martahi Oloan Siahaan, STh, MM
Komentar
Posting Komentar