Renungan Hidup Kristen (RHK), 30 April 2025
Nats : ZEFANYA 3 : 17
“TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai.”
TUHAN SEBAGAI PAHLAWAN KITA
Zefanya bernubuat selama pemerintahan Raja Yosia yang saleh (640-609 SM), kemungkinan besar pada bagian akhir pemerintahannya (antara 640 – 630 SM). Yang lain berpendapat bahwa nubuat Zefanya terjadi lebih awal dan merupakan pengaruh signifikan dari tindakan saleh Raja Yosia yang menjadi raja pada tahun 632 SM pada usia 16 tahun, ketika “ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas (usia 20, 628 SM) ia mulai membersihkan Yehuda dan Yerusalem dari tempat-tempat tinggi , tiang-tiang berhala , patung-patung pahatan, dan patung-patung tuangan (penyembahan berhala)” ( 2 Tawarikh 34 : 3 ). “Pada tahun kedelapan belas pemerintahannya (umur 26, 622 SM), ketika ia telah mentahirkan negeri dan rumah itu” ( 2 Tawarikh 34 : 8 ), kitab Taurat ditemukan di rumah TUHAN ( 2 Tawarikh 34 : 14 ) yang menyebabkan reformasi signifikan yang hanya berlangsung untuk waktu yang singkat (Untuk latar belakang sejarah yang lebih baik baca : 2 Raja-raja 22 : 1 – 23 : 30, 2 Tawarikh 34:1-35:27 ). Ingatlah bahwa 10 Suku Utara (sering disebut sebagai “Israel”) telah jatuh dan dibawa ke pengasingan oleh Asyur pada tahun 722 SM, lebih dari satu abad sebelum jatuhnya Yehuda dan Yerusalem (586 SM) yang dinubuatkan Zefanya. Zefanya juga menubuatkan kehancuran Niniwe ( Zef 2:13 ) yang terjadi pada tahun 612 SM. (Untuk informasi lebih lanjut tentang latar belakang sejarah Zefanya baca : 2 Raj a-raja 22 : 1 – 23 : 30 , 2 Tawarikh 34 : 1 – 35 : 27).
Kitab Zefanya 1:1, “Firman TUHAN yang datang kepada Zefanya bin Kusyi…..dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda. Yosia sudah memerintah di Yehuda sekitar 80 tahun setelah keruntuhan kerajaan Israel utara akibat serangan bangsa Asyur. Bagian ini merupakan firman Tuhan kepada bangsa Yehuda melalui nabi Zefanya. Ketika itu, mereka banyak yang terjatuh dalam penyembahan berhala. Oleh sebab itulah, Tuhan menubuatkan untuk menghukum mereka (baca ayat-ayat selanjutnya). Namun demikian, Tuhan tetap memberikan penyertaan-Nya pada mereka. Pemahaman bahwa kita memiliki Tuhan yang hidup akan sangat menentukan bagaimana kita berlaku di dunia ini. Itulah kejadian demi kejadian yang terjadi semasa Zefanya.
Jadi ketika kita membaca kitab kecil ini, kita bisa membayangkannya menjadi bagian dari seruan reformasi yang Yosia kerjakan. Sudah pasti sang nabi dan sang raja bekerja sama dalam satu tim untuk berusaha menarik banyak orang kembali kepada Allah. Dari nats ini, ada beberapa bagian yang perlu kita pelajari yaitu bahwa Tuhan senantiasa hadir dan menyelamatkan (ayat 17 a) serta Tuhan yang memberi kesegaran (ayat 7 b). Orang yang memahami hal ini akan terhindar dari kekawatiran dan bisa menikmati karya-Nya setiap hari. Dia juga akan taat karena tahu Tuhan hadir di setiap tempat. Tidak sekadar hadir, tetapi Dia juga hadir sebagai pahlawan yang memberikan kemenangan. Ketika kita menghadapi masalah, percayalah bahwa Dia akan menyertai kita untuk menghadapinya. Tidak hanya memberikan kemenangan, Tuhan juga akan menyegarkan kita di tengah permasalahan yang kita hadapi. Tuhan menyertai kita dalam kehidupan sehari-hari. Dia selalu bersama kita melalui suka dan duka dalam segala hal yang kita hadapi. Kita dijanjikan perlindungan Tuhan saat kita berlindung di dalam Dia ( Mazmur 91 ).
Apakah kita telah mempercayakan diri kita, bahwa Allah-lah pahlawan kita satu-satunya, yang memberi kemenangan dan sukacita dalam setiap perjuangan yang kita hadapi? Atau, kita justru percaya dan hanya mengandalkan diri kita sendiri dalam menghadapi perjuangan-perjuangan yang saat ini masih kita jalani? Allah-lah sumber pertolongan kita, dan hanya dariNya sajalah kita mampu memperoleh kemenangan dari setiap perjuangan yang kita hadapi saat ini. Tuhan kita, akan berjuang bersama-sama dengan kita. Allah tetap setia menguatkan dan menopang kita di dalam kasih dan kuasa-Nya. Tuhan adalah Pribadi yang Maha Kuasa yang memenangkan pertempuran kita. Dia adalah pelindung dan pembela kita dan karena itu, Dia adalah pejuang kita yang menang. Juruselamat kita yang penuh kemenangan yang berkuasa untuk menyelamatkan. Tuhan sebagai Pahlawan yang memberikan kemenangan kepada kita. Dalam Kristus yang mengurbankan diri demi menyelamatkan dunia, Ia memberikan kemenangan iman kepada kita. Kuasa maut telah dikalahkan dan umat dibebaskan dari dosa. Kini kita hidup sebagai para pemenang karena Sang Pahlawan Sejati.
Tuhan menjadi pahlawan karena memang pada dasarnya Tuhan adalah pahlawan yang selalu siap sedia menolong anak-anakNya yang percaya dan berseru minta tolong kepadaNya. Tuhan adalah pahlawan perang kita. Tuhan selalu membantu kita dalam peperangan melawan si jahat. Ketika Tuhan ada di sisi kita, maka Tuhan pasti akan memberikan kemenangan bagi kita. Sudahkah kita menjadikan Tuhan sebagai pahlawan kita? Atau selama ini kita masih menjadikan apa yang kita miliki untuk menjadi pahlawan kita? Ingat, Tuhan adalah pahlawan perang kita. Tuhan, itulah namaNya, tidak ada nama lain di muka bumi ini yang dapat menjadi pahlawan seperti Tuhan. Bagi kita orang percaya, jika kita mengandalkan dan melibatkan Tuhan Allah sebagai penolong dan pengendali hidup, maka kita juga percaya Dialah yang akan berperang menggantikan kita. Dia sangat tahu bagaimana cara mengacaukan dan menghacurkan musuh-musuh kita. Tuhan senang dengan kita dan kasih-Nya menenangkan kita. Itu adalah anugerah yang indah. Kita tidak dapat memperolehnya. Yang harus Anda dan saya lakukan adalah menerima anugerah kasih Tuhan dan ketika kita melakukannya, Dia bersukacita atas kita dengan bernyanyi.
TUHAN MEMBERKATI Bapak dan Ibu
Teriring Salam & Doa :
Pdt. Martahi Oloan Siahaan, STh, MM
Komentar
Posting Komentar