Renungan Hidup Kristen (RHK), 02 Mei 2025

Nats :  GALATIA 2 : 20
“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku”

KITA HIDUP KARENA KRISTUS YANG MENGASIHI KITA

Secara umum, rasul Paulus sebagai rasul Yesus Kristus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia mau memberikan pembelaan otoritas kerasulannya karena ada orang yang berusaha melemahkan wibawa kerasulan Paulus dan yang paling penting Rasul Paulus menjelaskan tentang pembelaan iman Kristen untuk berusaha menolong jemaat Kristen yang ada di Galatia karena konteks jemaat tersebut ternyata ada orang-orang yang berusaha “mengacaukan iman” jemaat dan mengajarkan segala macam ajaran-ajaran sesat yang “memutarbalikkan Injil Kristus”. Rasul Paulus menegaskan kembali apa yang telah dinyatakan dalam Kitab Suci, bahwa: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan karena melakukan hukum Taurat” (bandingkan : Mazmur 143 : 2). Itulah sebabnya dalam ayat lain dinyatakan bahwa, “justru melalui hukum Taurat, kita menjadi mengenal dosa (karena ketidakmampuan kita semua melakukan apa yang tertera dalam hukum Taurat itu sendiri).

Paulus tahu benar bahwa hidup yang dia sekarang miliki adalah milik dari Tuhan. Kehidupan seseorang sebelum/diluar Tuhan adalah hidup dalam perbudakan dosa; hal ini berarti dosa menguasai dan menjadi tuan dari seseorang yang hidup diluar Kristus. Satu-satunya cara supaya seorang budak bisa dibebaskan adalah jika ada seseorang yang mau membeli budak tersebut. Yesus mati menyerahkan dirinya menjadi tebusan bagi kita, supaya kita yang beriman kepada Kristus dilepaskan dari kuasa dosa dan kemudian dijadikan milik Tuhan. Inilah alasannya mengapa Paulus berkata bahwa hidup yang dia jalani sekarang adalah hidup bagi Kristus; dia bukan hidup bagi dirinya sendiri, namun Kristuslah yang hidup dalam diri Paulus.

Kehadiran Kristus yang mengubahkan kehidupan adalah kunci jawaban dalam iman kita (Galatia 2:20). Hadirnya Dia dalam hidup kita mendamaikan hati kita yang selalu menuntut keberdosaan kita, dengan cara pengenalan di dalam Kristus bahwa Keselamatan adalah anugerah bagi semua orang yang percaya atas apa yang dilakukan Allah dalam Kristus (Yohanes 3:16). Sama seperti Rasul Paulus yang sigap berseru: “hidupku kini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup dalamku” (Galatia 2:20), setiap kita orang percaya pun sanggup mengucapkan hal yang sama. Persoalannya adalah justru ketika kita sanggup berseru sama seperti Paulus dalam ayat 20 tadi, apa yang telah diubahkan oleh Dia dalam kehidupan kita? Jika kehidupan kita hari ini masih persis sama seperti apa yang terjadi dalam teks Alkitab kita hari ini – saling menjatuhkan, saling memojokkan, saling tuduh, dll. Seharusnya kita mulai bertanya pada diri kita sendiri, “benarkah di sini, di dalam hidupku hari ini, ada Kristus?”. Keberadaannya sebagai manusia, melainkan kepada Allah yang telah mengerjakan pekerjaan yang sempurna dalam hidupnya. Sehingga dengan demikian, baik hidup maupun hukum taurat harus diarahkan untuk melayani dan untuk memuliakan tuhan. Keselamatan kita itu datang sebagai karunia Allah. Tetapi hanya dapat diterima oleh tanggapan manusia melalui iman. Iman kepada Yesus kristus adalah satu-satunya syarat yang diminta Allah untuk keselamatan.

Jika kita masih menganggap atau merasa bahwa hidup kita adalah milik Kristus, maka pada saat Tuhan Yesus meminta kita menyerahkan seluruh hidup kita untuk sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran, melepaskan apa yang menurut kita nyaman untuk dijalani dan sulit untuk kita lepaskan, melepaskan apa yang menjadi kesenangan dan kesayangan kita serta semua yang berharga dari hidup kita, maka kita akan mudah menyerahkan semuanya karena kita telah merasa bahwa hidup kita bukan lagi milik kita, tapi milik Tuhan Yesus.

Kita semua manusia yang hidup di dunia ini, adalah ciptaan Tuhan yang berharga yang diberikan mata untuk melihat, hidung untuk menghela nafas, otak untuk berpikir, tangan untuk melakuakan pekerjaan dan kaki untuk melangkah. Hidup kita ini juga terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Tubuh terdiri atas kulit dan daging, jiwa terdiri atas emosi kehendak bebas perasaan dan pikiran, roh itu sendiri adalah nafas yang dihembuskan oleh Allah kepada manusia agar bisa hidup dan bergerak. Di dalam diri kita ada kehendak bebas yang diberkan oleh Tuhan, sehingga kita dapat menentukan pilihan untuk hidup kita sendiri.

Paulus tahu benar bahwa hidup yang dia sekarang miliki adalah milik dari Tuhan. Kehidupan seseorang sebelum/diluar Tuhan adalah hidup dalam perbudakan dosa; hal ini berarti dosa menguasai dan menjadi tuan dari seseorang yang hidup diluar Kristus. Satu-satunya cara supaya seorang budak bisa dibebaskan adalah jika ada seseorang yang mau membeli budak tersebut. Yesus mati menyerahkan dirinya menjadi tebusan bagi kita, supaya kita yang beriman kepada Kristus dilepaskan dari kuasa dosa dan kemudian dijadikan milik Tuhan. Inilah alasannya mengapa Paulus berkata bahwa hidup yang dia jalani sekarang adalah hidup bagi Kristus; dia bukan hidup bagi dirinya sendiri, namun Kristuslah yang hidup dalam diri Paulus.
Orang yang hidup di dalam iman kepada kristus Yesus menyadari bahwa hidupnya telah diampuni oleh Allah melalui penebusan Yesus. Mereka tidak sombong secara rohani tetapi memiliki kerendahan hati bahwa yesus telah membenarkan dihadapan Allah melalui kasih karunia. Sebagai Respons atas pembenaran itu adalah hidup melayani Allah. Segala bentuk-bentuk perbuatan baik adalah sebagai rasa syukur karena telah menerima kasih karunia Allah di dalam Kristus Yesus. Ada beberapa renungan dalam hidup kita, antara lain: 1). Lakukanlah segala pekerjaanmu di dalam Kasih, 2). Harus memiliki Kekayaan orang Beriman, 3). Mengikut Yesus memperoleh Terang dan Berkat dari Tuhan, Amien.

TUHAN MEMBERKATI Bapak dan Ibu

Teriring Salam & Doa :
Pdt. Martahi Oloan Siahaan, STh, MM

Komentar

Postingan Populer